Friday, February 12, 2016

MEMENTUM KE-AMBURADULAN RAKYAT KECIL DI BAWAH PEMERINTAHAN KABINET

Ada beberapa hal yang harus di garis bawahi,
Dalam catatan raport Dulkemin, negeri indonesia semenjak di pegang oleh kabinet pemerintah JKW rakyat mengalami perubahan dan ke-anehan yang luar biasa, baik segi sistem pemerintahannya, kebijakannya, maupun koalisinya. berebut kursi antar antar partai maupun saling berambisi mendapatkan kursi, organisasi masyarakat, atau gerakan-gerakan masyarakat mulai lumpuh di saat tengah-tengah munculnya banyak calon manusia serakah. 

Entahlah! yang jelas Rakyat mulai kehilangan figur seorang pemimpin, di mana mungkin rakyat sudah kebal dengan penderitaannya, dan bisa jadi rakyat pura-pura tak tahu atas kecurangan  atas pajak dari rakyat yang kian melambung tinggi, dan penindasan dengan sistem embel-embel pasal-pasal hukum yang tidak masuk akal, yang di lakukan oleh pemerintah saat ini. semua misterius. akankah negara indonesia seperti ini selamanya? .......... atau hanya sekedar hiburan berita tv saja? ............. kita semua tidak tahu.

Menurut pangeran Dulkemin yang kemaren selesai bersemedi, dulkemin melihat dengan kaca benggalanya perlu di waspadai ...

1)- Jkw dalam hatinya tidak berkeinginan untuk jadi presiden, tapi di paksa menjadi presiden

2)- Jkw hanya mempunyai kaliber Camat bukan kaliber kepala negara, ini sudah di akui oleh para pengamat pakar hukum tata negara indonesia

3- Jkw mempunya karakter baik terhadap rakyat indonesia, akan tetapi jokowi tidak berani menolak kehandak Koalisinya dan ratunya

4- Mungkin secara lahiriyah kabinet jkw bersemboyan bekerja untuk membela rakyat, akan tetapi di sisi lain rakyat kecil mengalami banyak ancaman keresahan dalam kehidupannya, entah dengan naiknya BBM, sembako pada mahal, kebutuhan pupuk petani di mainkan pengusaha gelap dan lain-lain

5- Mungkin dalam segi pemerintahannya jkw begitu mentereng hebatnya, akan tetapi rakyat sedikitpun tidak merasakan kenyamanan dan kesejahteraan rakyat, rakyat jelata akan mengalami banjirnya lautan air mata, rumah pada di gusur tanpa di kasih imbalan, malah di suruh ngontrak dengan alasan perbaikan, pengangguran semakin menjadi, sistem perbudakan sudah berbudaya di kalangan institusi

6- Pertarungan sengit antar Institusi semakin menguat, baik KPK maupun POLRI, dan Penagak HUKUM yang merebutkan kebenaran, saling mencari kejelekan masing-masing pihak, entah mungkin mereka di kuatkan suatu partai dan genknya. semuanya seakan-akan ingin di akui oleh masyarakat. sementara lembaga KPK yang di gadang-gadang sebagi pedang negara yang bisa mengawasi para pejabat yang korupsi di telanjangi dengan ancaman yang membabi buta. 

7- Lembaga LSM atau organisasi baru, banyak bermunculan di masayarakat, karena rakyat sudah jenuh dengan sistem pemerintah yang tidak sejalan dengan rakyatnya.

8- Rakyat akan mengalami saling membunuh, saling tawuran, antar desa satu dengan desa yang lain, baik antar prtai maupun antar organisasi satu dengan organisasi lain. Entah apa yang mempengaruinya, apakah ini di sebabkan pemimpinya sudah tak bisa jadi panutan? ......

9- Kuatnya rekayasa hukum di balik orang yang membayar pengacara/ kuasa hukum yang menjadi berebut siapa yang membayarku mahal, maka saya siap jadi pembela. sehingga para koruptor berbangga diri berani tampil senyum dengan pengacaranya.

10- Maraknya narkoba di kalangan masyarakat yang menjadi polemik panjang di negri kita, entah mungkin di sebabkan ada campur tangan dari aparat negara yang melindungi penyusupan dari luar, dengan alasan mencari uang tambahan di saat bertugas. Karena orang asing tahu betul karakter penegak hukum dan polisi di indonesia mudah di rayu dan mudah di suap.


11- gemparnya media tentang teroris yang kini menjadi momok perhatian masyarakat, sehingga setiap sesuatu kekerasan di arahkan kepada orang islam, terutama pesantren. kita semua sebagai rakyat, tidak tahu-menahu tentang apa itu yang di sebut terosris. kalau ada pembakaran masjid di papua, atau kekejaman atas umat lain di luar jawa, laporannya di anggap perkelahian biasa terjadi, tapi kalau masalah teroris, pasti arahnya pesantren. Padahal seluruh pesantren di indonesia Baik NU atau Muhammadiyah, semuah bersih dari sifat teroris itu, dan itu sudah di cek oleh para tokoh2 masyarakat, dan tokoh Ulama'. 

Apakah dengan berita teroris ini semua rekayasa untuk menghilangkan atau menggusur lembaga pesantren?  dan apakah agar orang islam sendiri benci dengan pesantren? ....... atau memang indonesia ini pasar surga dunia orang luar atau media untuk meraih uang semata?.......... sehingga media berlomba-lomba meng-eksposnya?  ......... 
 Semuanya misterius
 

************************************
Bersambung ya! ....

Jogjakarta Selasa / 17 / Februari /2015
Pangeran Dulkemin
********************************************

No comments:

Post a Comment